Saham KAEF Turun Terus Apa Penyebabnya?

saham kaef turun tajam

Saham KAEF turun terus menerus sepanjang november hingga desember ini. Kira-kira apa yang menyebabkan saham ini anjlok?

Hallo Semua, Kali ini kami akan mencoba untuk mengulas dari berbagai sisi tentang saham yang harganya sedang diterpa serangan beruang!

Ya saham emiten BUMN Farmasi terbsesar di Indonesia ini harga sahamnya terus melemah sepanjang bulan lalu.

Padahal sebelumnya KAEF sedang naik daun dan bertengger di pucuknya 3800 pada April dan Mei lalu.

Laba Kimia Farma Turun Drastis

Menurut kami yang menyebabkan saham KAEF turun tajam adalah karena penurunan laba yang dihasilkan hingga Q3 2019.

Laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi Rp41,83 miliar.

Sementara laba yang berhasil dihasilkan pada periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp225,45 miliar.

Hal ini disebabkan karena beban usaha yang meningkat lumayan besar pada periode yang sama.

Beban usaha yang sebelumnya dicatatkan sebesar Rp1,83 triliun naik menjadi Rp2,22 triliun.

Mungkin hal ini yang menyebabkan Investor memilih menjual saham KAEF karena khawatir akan kinerja KAEF kedepannya.

Saham KAEF Turun Dari Sisi Teknikal

Terus terang ketika kami melihat chart KAEF jelas bukan merupakan saham yang akan kami beli untuk saat ini.

Chart KAEF Daily

KAEF sempat sideways pada Oktober sebelum penyampaian laporan keuangan kuartal ketiga.

Setelah laporan keuangan kuartal ketiga dirilis ke publik, saham KAEF turun terus.

Baca Juga : ANTM Kembali Bullish dan Siap Bersinar Kembali?

Sempat rebound namun ternyata dead cat bounce!

Jika anda melihat chart seperti ini dimana anda tidak bisa melihat support terdekat ditambah sentimen negatif dari laporan keuangan kuartal ketiga, beranikah anda mengakumulasi saham ini?

Kami jelas tidak berani menyentuh saham ini sampai ada tanda-tanda pembalik arah.

Conclusion / Kesimpulan

Menurut kami saham KAEF turun disebabkan karena tekanan jual para investor disaham ini, dimana dapat kita lihat di chart bahwa KAEF turun setelah dilaporkannya kondisi keuangan perusahaan periode kuartal tiga.

Dari sisi teknikal pun belum ada yang menarik, kosong di sisi kiri malah membuat saham ini jadi menakutkan untuk dikoleksi saat ini.

Saran kami jauhi dulu saham ini jika anda belum membelinya sampai kira-kira tekanan jual mulai reda dan muncul tanda-tanda KAEF akan berbalik arah.

Jika anda sudah terlanjur membelinya bulan-bulan lalu dan tidak cut loss dapat dipastikan anda dalam kondisi nyangkut saat ini, kami turut prihatin untuk rekan-rekan yang sudah nyangkut di saham ini.

Target pelemahan pertama KAEF ada di level 1000.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Saham KAEF Turun Terus Apa Penyebabnya?

UPDATE

Berdasarkan pantauan kami hingga minggu ke 2 januari 2020 Saham KAEF kembali turun menuju level pelemahannya di level 1000 rupiah per lembarnya.

Bagi para trader sebaiknya jauhi dulu saham ini karena potensi akan terus melemah.

Kami juga melihat pergerakan yang sama terjadi pada saham INAF.

Semoga rekan-rekan trader tidak ada yang terjebak alias nyangkut pada saham ini.

Simak ulasan untuk INAF disini https://traderbebek.com/saham-inaf-anjlok-90-dari-puncak/

UPDATE Februari 2020

Kami melakukan analisa kembali mengenai saham KAEF pada februari 2020 ini.

Untuk analisa tersebut dapat dilihat disini

https://traderbebek.com/saham-kaef-naik-akhir-dari-downtrend/

Silahkan masukkan email anda untuk mendapatkan update dari kami setiap hari agar tidak tertinggal infromasi terkini dari kami.
[email-subscribers-form id=”1″]

Ingat selalu buat trading plan sesuai dengan risk, pain tolerance masing-masing dan selalu gunakan money management.

Disclaimer ON.

Trade With Your Own Risk

Baca juga artikel kami yang lainnya.

Join Channel Telegram kami untuk dapatkan update setiap hari!

https://t.me/traderbebek

Salam,

Trader Bebek

Baca Juga Artikel Terbaru Kami : https://traderbebek.com/saham-itmg-akhiri-downtrendnya/

Mencoba membantu sesama trader retail dalam memberikan pandangan terhadap suatu saham.

2 thoughts on “Saham KAEF Turun Terus Apa Penyebabnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − two =

Back To Top