Seri Analisa Fundamental – Price Earning Ratio (PER)

price earning ratio

Setelah kita membahas EPS pada seri sebelumnya, dimana EPS menunjukkan pendapatan yang nanti kita dapat bila kita membeli selembar saham tersebut.

Sekarang kita membahas tentang lanjutan dari EPS yakni PER. PER (Price Earning Ratio) atau Rasio harga pasar terhadap pendapatan, sangat berkaitan erat dengan EPS, mengapa begitu? Karena EPS adalah salah satu faktor dalam perhitungan rumus PER.

Dari banyak rasio yang digunakan oleh para investor, PER adalah rasio pertama yang biasanya dilihat.

Karena dengan mengetahui PER suatu emiten, kita bisa langsung menyimpulkan suatu emiten apakah harganya overvalue atau undervalue.

Rumus PER

Huruf P pada P-E-R merujuk pada harga pasar suatu saham di pasar. Sedangkan huruf E nya adalah EPS yang telah kita bahas pada sesi sebelumnya.

Banyak orang menyebut PER dengan istilah P/E Ratio. Dengan rumus P dibagi dengan E, maka kita mendapat nilai PER.

Mari kita ambil contoh WSKT, salah satu dari sektor konstruksi plat merah yang membangun banyak jalanan di Indonesia.rumus PER

Harga Saham WSKT : 1435
EPS WSKT : 113

Sehingga PER nya adalah :
1435 / 113 = 12.70

Mudah bukan? Coba sekarang hitung PER saham yang ingin kamu beli.

PER yang bagus itu seperti apa?

Berlawanan dengan EPS dimana bila nilai semakin tinggi maka akan semakin baik.

PER yang sangat tinggi menunjukkan harga saham di pasar sangat mahal. Tentu kita sebagai investor tidak ingin membeli suatu saham dengan harga yang terlalu mahal atau overvalue.

Bila menggunakan data WSKT sebelumnya, dapat dikatakan bahwa :

Kamu membeli Saham WSKT dengan harga 1435.
Padahal WSKT hanya bisa memberikan pendapatan sebesar 113.
Sehingga kamu membeli WSKT terlalu mahal 12.7 kali.

Sebagai investor disarankan mencari PER yang kecil. Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai Warren Buffetnya Indonesia bahkan menyarankan mencari saham dengan rasio PER dibawah 5.

Namun saat ini sudah sulit mencari PER dengan angka segitu, namun dengan PER 10 masih dianggap cukup murah tergantung pada sektor usaha saham tersebut.

Kamu juga harus membandingkan PER dengan perusahaan sejenis dalam sektor yang sama.

Jangan membandingkan PER perusahaan disektor perbankan dengan PER perusahaan disektor konstruksi, karena hasilnya tidak akan maksimal.

Bagaimana sekarang? Apakah kamu sudah tertarik menjadi investor seperti Warren Buffet atau Lo Kheng Hong? Kamu bisa mengikuti seri fundamental di traderbebek.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 13 =

Back To Top