Auto Rejection Asimetris Kembali Diterapkan Apa Dampaknya?

Auto Rejection Asimetris kembali diterapkan pada bursa kita.

Bursa Efek Indonesia implementasikan perubahan batas auto rejection perdagangan saham efektif mulai tanggal 10 Maret 2020.

Pihak Bursa Efek Indonesia mengatakan hal ini dilakukan dalam rangka mengupayakan terlaksananya perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien.

Lalu apa dampaknya setelah diterapkan bagi para trader dan investor?

Kami akan memberikan penjelasan dan membahas dampaknya dalam artikel kali ini.

Versi Video ada di bagian paling akhir artikel.

Auto Rejection Asimetris

Sebelumnya batas auto rejection bersifat simetris atau berbanding lurus.

Ketentuan penejelasan Batas Auto Rejection menjadi sebagai berikut.

Harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke Jakarta Automated Trading System (JATS) :

  • Lebih dari 35% di atas atau 10% di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga 50 Rupiah sampai dengan 200 Rupiah.
  • Lebih dari 25% di atas atau 10% di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari 200 rupiah sampai dengan 5000 rupiah.
  • Lebih dari 20% di atas atau 10% di bawah acuan harga untuk saham dengan rentang harga di atas 5000 rupiah.
Auto Rejection Asimetris

Dengan demikian semua saham yang ditradingkan di bursa kita hanya bisa turun maksimal sebesar 10% dalam 1 hari perdagangan.

Batas Auto Rejection Asimetris seperti ini sebelumnya juga sudah pernah diberlakukan oleh BEI dengan tujuan mendongkrak para investor untuk berinvestasi di bursa saham Indonesia.

Sebelumnya batas auto rejection seperti ini berhasil mengamankan IHSG dari level 4500 hingga level 6000.

Setelah itu pihak BEI kembali menerapkan batasan auto reject simetris atau berbanding lurus.

Baca Juga : https://traderbebek.com/ihsg-jatuh-tajam-jangan-tangkap-pisau-jatuh/

Dampak Auto Rejection Asimetris Pada Pergerakan Harga

Dengan diterapkan aturan batasan auto rejection ini tentu akan mempengaruhi siklus pergerakan harga di bursa kita.

Tujuan utama diterapkannya adalah untuk menekan laju penurunan Index Harga Saham Gabungan atau IHSG ditengah penurunan yang lumayan drastis.

Meskipun penurunan tidak hanya terjadi di bursa saham Indonesia saja, market dunia pun bergejolak menurun tajam.

Menurut kami langkah yang diambil oleh pihak Bursa Efek Indonesia kali ini merupakan langkah yang sangat baik.

Selain dapat menahan laju penurunan indeks, penerapan batas reject bawah seperti ini juga akan menguntungkan bagi para pelaku bursa.

Tentu trader sangat diuntungkan dengan penerapan batas rejection seperti ini, investor juga diuntungkan tentunya.

Mengapa demikian? karena sudah jelas saham yang kita beli bisa naik hingga 35% dalam 1 hari dan hanya bisa turun sebesar 10% dalam 1 harinya.

Keadaan tersebut sangat menguntungkan bagi trader yang suka trading saham “Gorengan”, ya karena potensi upside atau kenaikan lebih besar dan tidak berbanding lurus dengan potensi downside atau penurunan yang hanya 10%.

Bagi investor jangka panjang hal ini juga menguntungkan karena tentu jika saham yang mereka beli tiba-tiba anjlok, mereka masih memiliki cukup waktu untuk memikirkan kembali investasi mereka.

Bayangkan jika anda seorang investor dan saham yang anda beli jatuh hingga 25% dalam 1 hari, dan besoknya ARB lagi maka 50% dalam 2 hari.

Namun sekarang saham anda hanya bisa jatuh maksimal hingga 20% dalam 2 hari, sehingga memungkinkan anda terhindar dari kerugian yang sangat besar.

Tentu hal ini akan memberikan anda waktu yang lebih sebagai seorang investor untuk membenahi portfolio investasi anda.

Akan tetapi kami juga pernah melihat saham-saham yang berjatuhan meski setiap harinya turun 10% hingga terpuruk.

Sahamnya terus menyentuh harga auto reject bawah tanpa ada antrian beli atau bid sehingga anda tidak bisa jualan tentunya.

Jadi meskipun sahamnya turun 10% 1 hari akan tetapi hal tersebut konstan berlangsung 1 minggu maka sudah turun 50%.

So tetap berhati-hati karena market selalu benar.

Mencoba membantu sesama trader retail dalam memberikan pandangan terhadap suatu saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − one =

Back To Top